Showing posts with label gipsum. Show all posts
Showing posts with label gipsum. Show all posts

Saturday, October 13, 2012

Tips Memilih Papan Gypsum

Survey Papan Gypsum Pilihan Pengembang :

Brand awareness merek lawas terlanjur kuat, sehingga perlu waktu bagi merek-merek lain untuk meyakinkan pasar.

Sama dengan semen, papan gipsum yang terbuat dari kapur ditambah bahan aditif lain memiliki karakteristik seragam sehingga orang sukar membedakan kualitas produk yang satu dengan yang lain. Bentuknya berupa lembaran berukuran 1,2 x 2,4 m selain ukuran customized, tebal 9 – 15 mm, dan warna putih atau abu-abu. Karena itu pengalaman dan referensi pihak yang lebih ahli seperti kontraktor sangat menentukan pilihan developer.
“Kita bertahan dengan dua merek gipsum yang sekarang karena dari pengalaman hasil aplikasinya stabil, tidak melendut,” kata Harimurti, Manager Operasional perumahan Puri Botanical Residence, Jakarta Barat. Hal senada diutarakan Agus Rachmanto, Supervisor Teknik perumahan Puri Grisenda, Jakarta Utara, dan Alexander Mulyoto, kontraktor yang juga developer perumahan Sawo Griya Kencana Depok, Jawa Barat.
“Sulit juga menjawab kenapa kita pakai Jayaboard. Mungkin karena kebiasaan saja. Kita sudah pakai sejak masih mengerjakan perumahan Bali View di Ciputat. Sejauh ini tidak ada masalah. Papan tidak mudah jamuran terkena cipratan air, dan tidak melengkung. Karena itu saat mengembangkan perumahan sendiri di Depok kita pakai produk itu juga,” tutur Alex.
Menurut Agus, papan gipsum rentan terhadap air. Karena itu kekuatannya ditentukan oleh kualitas kertas yang melapisinya. Kalau kertasnya kurang bagus, air cepat terserap, gipsum berjamur, mengembang atau melengkung dan cepat bolong. “Jayaboard banyak dipilih karena kualitas kertasnya bagus. Begitu pula Elephant. Suplainya juga kontinyu dan produk mudah diperoleh,” katanya.  

Knauf dan papan gipsum lain boleh jadi tidak kalah bagus. Tapi, brand awareness-nya belum sekuat kedua merek lawas itu. Jadi, masih perlu waktu bagi merek-merek baru itu untuk meyakinkan pasar. Karena itu ia menilai tepat langkah Knauf membangun brand image dan memperluas jaringan distribusi.
“Dengan cara itu Knauf bisa jadi alternatif. Apalagi, harganya lebih kompetitif,” lanjutnya. Ia mengakui, memilih Jayaboard berdasarkan referensi kontraktor, karena Jayaboard dan juga Elephant, adalah pemain lama dan produknya banyak dipakai perumahan menengah atas. “Kita nggak berani ambil risiko karena kalau plafon bermasalah, pemasaran rumah akan terganggu,” ujarnya. 

Sami Miettinen, Direktur PT Premier Indonesia, developer asal Perancis yang banyak mengembangkan perumahan menengah atas di Jakarta dan sekitarnya,  menyatakan, komitmen produsen terhadap kepastian suplai dan kualitas produk dalam jangka panjang memang sangat menentukan pilihan developer. Terlebih bagi Premier yang memberi garansi setahun setelah rumah diserahterimakan.

Selain itu harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas produk. “Kalau ada dua produk yang setara kualitasnya, developer pasti pilih yang lebih murah,” kata Jatmiko Arif Bibowo, Project Manager Taman Semanan Indah, Jakarta Barat, yang memakai Elephant. Hanya kadang tidak ada kesamaan pendapat di antara developer mengenai harga itu, tergantung deal masing-masing dengan produsen/distributor. Produsen pun tidak mau terbuka menyebut harganya saat diwawancarai.

Alex misalnya, menyebut harga Jayaboard lebih murah dan karena itu memilihnya. Sebaliknya Jatmiko menyatakan, dengan kualitas setara harga Elephant lebih kompetitif dibanding Jayaboard. “Kita sudah lama pakai dan jarang ada masalah,” ujarnya. Sementara Agus mengungkapkan, ia memilih Knauf sebagai alternatif bila tidak ada Jayaboard, karena kualitasnya setara dan harganya lebih murah.

Cepat diterima
Jayaboard dan Elephant memang sangat mendominasi pasar papan gipsum di kalangan developer. Dari 100 perumahan menengah dan menengah atas di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang disurvei, sebanyak 33 perumahan memakai Jayaboard, 14 memilih Elephant, 10 kombinasi Jayaboard dan Elephant, tujuh GRC board, lima Knauf, tiga Pro Art, sisanya merek-merek lain seperti Kalsiboard, Starboard, dan kombinasi berbagai merek tersebut.

Dengan kata lain Jayaboard dan Elephant menguasai hampir 60 persen pangsa pasar papan gipsum. Jayaboard unggul di semua wilayah secara dominan kecuali di Bekasi. Di sini Jayaboard dan Elephant masing-masing dipilih tiga dari 13 perumahan yang disurvei. Sedangkan di Jakarta Jayaboard dipakai tujuh dari 17 perumahan, di Bogor delapan dari 24 perumahan, di Depok empat dari 14 perumahan, di Tangerang 11 dari 32 perumahan.
Sementara Elephant dipakai satu perumahan di Jakarta, lima perumahan di Bogor, dua perumahan di Depok, dan tiga perumahan di Tangerang. Yang cukup fenomenal Knauf, karena dalam waktu relatif cepat bisa diterima di banyak perumahan baik secara tunggal atau sebagai alternatif Jayaboard/Elephant.
Menurut Sutanto, Project and Technical Manager PT Siam-Indo Gypsum Industry, produsen Elephant, produknya banyak dipakai karena kekakuan dan kekuatannya: padat, tidak banyak berpori, tidak mudah rusak bila terbentur, dan tidak gampang berbercak. Daya rekat kertas pelapis dan gypsum core-nya tidak mudah terkelupas bila disobek. Kertasnya pun tidak molos saat disekrup. “Biasanya gipsum berkualitas memiliki standar di brosurnya, seperti British Standard (BS) atau American Society for Testing and Materials (ASTM),” katanya.
Sedangkan kekakuannya terlihat saat ditumpuk. Papan gipsum terlihat lebih rata.  Elephant memberikan garansi bebas cacat terhadap setiap produknya, serta layanan teknis perhitungan kebutuhan dan pemasangan. Elephant juga mengadakan aktivitas presale ke proyek-proyek perumahan dan properti lain. Bahkan, untuk beberapa proyek besar dilakukan MoU guna menjamin suplai dan kepastian harganya.
Produk tersedia dalam berbagai tipe. Yang banyak dipakai developer Elephant tipe standar (tebal 9 mm) berwarna putih. “Sekitar 90 persen developer memakai tipe itu karena memang itulah yang kita rekomendasikan untuk plafon. Lebih ringan, mudah dibentuk, dan harga lebih ekonomis. Aplikasi papan gipsum terbesar kan masih di plafon,” katanya.

Pemahaman terbatas
Hal senada diungkapkan Dwi Ananda Marta, Technical Support Officer PT Knauf Gypsum Indonesia. “Yang paling disukai tipe standar karena pemahaman konsumen  masih terbatas soal material dan konstruksi papan gipsum,” katanya. Knauf baru resmi beroperasi di Indonesia sejak Maret 2003, dibanding Jayaboard (Indonesia) dan Elephant (Thailand) yang sudah berdiri sejak 1990-an.
Meskipun demikian induk Knauf di Jerman sudah eksis sejak 1932. Karena itu Knauf pede bersaing dengan kedua merek lama itu. Agar cepat diterima pasar, termasuk proyek perumahan, menurut seorang kontraktor di Bintaro, Jakarta Selatan, yang banyak membangun rumah tinggal, Knauf menerapkan strategis pricing. “Kualitasnya setara dengan Jayaboard dan Elephant tapi harganya lebih murah,” katanya.
Misalnya, harga Elephant tipe standar (tebal 9 mm) sekitar Rp 55 ribuan/lembar, Knauf lebih murah antara Rp2.000 – Rp3.000 per lembar. Knauf juga intens menggarap proyek perumahan sehingga brand image-nya cepat naik. “Untuk ritel dijual per lembar, untuk proyek per meter persegi,” kata Dwi sembari menambahkan, Knauf terbuat dari bahan baku alami yang aman bagi kesehatan, mudah diaplikasikan, bahan lebih ringan, dan finishing lebih rapi.

Kualitasnya bisa dilihat secara visual dari konsistensi lembaran papan yang rata. Menurutnya, ke depan papan gipsum akan makin menjadi pilihan karena harga plywood makin mahal. Apalagi, papan gipsum tidak mudah terbakar yang memberi waktu penghuni menyelamatkan diri, dan fleksibel diaplikasikan.
Bila ada yang rusak, tidak perlu mengganti seluruh lembaran, tapi cukup bagian yang rusak dengan dikompon (diplaster). Hasilnya rapi tanpa retakan. Baik Knauf, Jayaboard, maupun Elephant menyediakan papan gipsum untuk aplikasi khusus seperti untuk daerah basah atau lembab, untuk ruang kedap suara, dan untuk daerah yang rawan benturan

Sumber : housing-estate

Baca juga :
- Harga gipsum (gypsum)
- Mengenal Papan Gipsum (Gypsum)
- Keunggulan Material Gipsum (Gypsum)

Mengenal Papan Gipsum (Gypsum)

Papan gipsum / gypsum merupakan bahan pelapis interior untuk dinding pembatas dan plafon gipsum, serta dapat diaplikasikan sebagai pelapis dinding bata. Saat ini, penggunaan papan gipsum untuk interior sudah semakin meluas, disebabkan oleh karakteristiknya yang tahan api dan finishing yang sangat baik.

Suwarso, System Develoment Rep BORAL Jayaboard, mengatakan, bobot papan gipsum juga ringan. Pengerjaannya juga cepat dan kering. Ia menuturkan, secara fisik, papan gipsum Jayaboard terdiri atas inti gypsum plaster yang dibungkus oleh kertas penguat di sekelilingnya.
"Permukaan papan di bagian tepi berbentuk miring atau recessed edge, sementara di bagian ujung terpotong persegi oleh pisau guillotine," ujarnya kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (5/4/2012).
Berdasarkan pesanan konsumen, ada juga pilihan tepi kotak untuk aplikasi khusus. Ia mengatakan, papan gipsum Jaya dari Jayaboard terbuat dari bahan kualitas baik dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Papan gipsum Jaya tersedia dalam berbagai ukuran ketebalan, panjang dan lebar. Aplikasinya sangat mudah dan bisa digunakan pada rangka kayu, metal, maupun dinding bata.
"Untuk hasil terbaik, kami merekomendasikan aplikasi dengan menggunakan rangka Jayabms dan kompon penyambungan Jayacompound," ujarnya.

Paling ringan dan kuat
Saat ini, Jayaboard menghadirkan produk-produk dengan kualitas tinggi kepada kosumennya. Melalui proses pengembangan dan riset berkelanjutan, produksi dengan quality control sangat ketat dan terjaga, formulasi yang sudah dipatenkan, telah menjadikan Jayaboard memiliki kualitas terbaik, terbukti mempunyai bobot paling ringan namun kuat, kelendutan paling minimal, dan kualitas paling konsisten.

Terinspirasi dari struktur Sarang Lebah (Honey Comb) yang diterapkan pada inti papan gipsum, Jayaboard telah menghadirkan produk papan gipsum yang kuat namun ringan.

"Kami turut mendukung perkembangan bisnis pelanggan kami dengan menyediakan produk yang berkualitas tinggi dengan quality control yang ketat untuk meminimalisir adanya complain dari setiap pekerjaan yang menggunakan produk papan gipsum Jayaboard," kata Suwarso.

Bobot papan gipsum Jayaboard yang paling ringan di Indonesia telah memberikan kemudahan pada saat proses distribusi dan pemasangan sehingga waktu dan biaya yang digunakan akan semakin efektif dan efisien. Teknologi honeycomb structure ini merupakan satu-satunya di Indonesia dalam hal produksi papan gipsum.

Kelendutan atau sagging adalah penurunan plafon papan gipsum dari level datarnya karena daya beban material terhadap ukuran bentangan. Papan gipsum Jayaboard saat ini telah diakui pasar mempunyai kelendutan paling minimal.

"Secara periodik kami melakukan tes untuk menjamin, bahwa kelendutan papan gipsum Jayaboard telah memenuhi standar yang ditentukan," kata Suwarso.

Tenaga kerja yang ahli dan berpengalaman juga menjadi kunci dari terjaganya kualitas produk yang selalu prima. Dengan acuan standar produksi yang jelas, quality control yang ketat dan dukungan fasilitas mesin produksi dengan teknologi terkini telah menghadirkan produk-produk papan gipsum dengan kualitas yang konsisten dari waktu ke waktu.

Sumber : kompas.com

Baca juga :
- Harga gipsum (gypsum)
- Tips Memilih Papan Gipsum (Gypsum)
- Keunggulan Material Gipsum (Gypsum)

Wednesday, September 19, 2012

Mengenal Material Gypsum

Papan gipsum / gypsum merupakan bahan pelapis interior untuk dinding pembatas dan plafon gipsum, serta dapat diaplikasikan sebagai pelapis dinding bata. Saat ini, penggunaan papan gipsum untuk interior sudah semakin meluas, disebabkan oleh karakteristiknya yang tahan api dan finishing yang sangat baik.

Suwarso, System Develoment Rep BORAL Jayaboard, mengatakan, bobot papan gipsum juga ringan. Pengerjaannya juga cepat dan kering. Ia menuturkan, secara fisik, papan gipsum Jayaboard terdiri atas inti gypsum plaster yang dibungkus oleh kertas penguat di sekelilingnya.
"Permukaan papan di bagian tepi berbentuk miring atau recessed edge, sementara di bagian ujung terpotong persegi oleh pisau guillotine," ujarnya kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (5/4/2012).
Berdasarkan pesanan konsumen, ada juga pilihan tepi kotak untuk aplikasi khusus. Ia mengatakan, papan gipsum Jaya dari Jayaboard terbuat dari bahan kualitas baik dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Papan gipsum Jaya tersedia dalam berbagai ukuran ketebalan, panjang dan lebar. Aplikasinya sangat mudah dan bisa digunakan pada rangka kayu, metal, maupun dinding bata.
"Untuk hasil terbaik, kami merekomendasikan aplikasi dengan menggunakan rangka Jayabms dan kompon penyambungan Jayacompound," ujarnya.

Paling ringan dan kuat
Saat ini, Jayaboard menghadirkan produk-produk dengan kualitas tinggi kepada kosumennya. Melalui proses pengembangan dan riset berkelanjutan, produksi dengan quality control sangat ketat dan terjaga, formulasi yang sudah dipatenkan, telah menjadikan Jayaboard memiliki kualitas terbaik, terbukti mempunyai bobot paling ringan namun kuat, kelendutan paling minimal, dan kualitas paling konsisten.

Terinspirasi dari struktur Sarang Lebah (Honey Comb) yang diterapkan pada inti papan gipsum, Jayaboard telah menghadirkan produk papan gipsum yang kuat namun ringan.

"Kami turut mendukung perkembangan bisnis pelanggan kami dengan menyediakan produk yang berkualitas tinggi dengan quality control yang ketat untuk meminimalisir adanya complain dari setiap pekerjaan yang menggunakan produk papan gipsum Jayaboard," kata Suwarso.

Bobot papan gipsum Jayaboard yang paling ringan di Indonesia telah memberikan kemudahan pada saat proses distribusi dan pemasangan sehingga waktu dan biaya yang digunakan akan semakin efektif dan efisien. Teknologi honeycomb structure ini merupakan satu-satunya di Indonesia dalam hal produksi papan gipsum.

Kelendutan atau sagging adalah penurunan plafon papan gipsum dari level datarnya karena daya beban material terhadap ukuran bentangan. Papan gipsum Jayaboard saat ini telah diakui pasar mempunyai kelendutan paling minimal.

"Secara periodik kami melakukan tes untuk menjamin, bahwa kelendutan papan gipsum Jayaboard telah memenuhi standar yang ditentukan," kata Suwarso.

Tenaga kerja yang ahli dan berpengalaman juga menjadi kunci dari terjaganya kualitas produk yang selalu prima. Dengan acuan standar produksi yang jelas, quality control yang ketat dan dukungan fasilitas mesin produksi dengan teknologi terkini telah menghadirkan produk-produk papan gipsum dengan kualitas yang konsisten dari waktu ke waktu.

Sumber : kompas.com

Keunggulan Material Gypsum

Gipsum (gypsum) sebagai material non struktural memiliki banyak kelebihan sehingga aman dan mudah diaplikasikan dalam hunian. Setidaknya, ada enam kelebihan material ini yang acapkali digunakan untuk kebutuhan plafon dan penyekat ruangan ini.

Enam kelebihan tersebut adalalah aman bagi kesehatan dan lingkungan, tahan terhadap api, materialnya ringan dan fleksibel, finishing yang lebih rapi dan halus, hemat energi, serta aman saat gempa.

Aman bagi kesehatan dan lingkungan
Kini, lewat uji laboratorium lokal maupun internasional, gipsum aman untuk kesehatan dan lingkungan. Seperti pengujian gipsum produksi BORAL Jayaboard, dengan standar produksi AS 2588 (Australian Standard) dan internasional ASTM C 1396 (American Standard), bisa dibuktikan bahwa radiasi dari gipsum Jayaboard justeru jauh di bawah radiasi batu bata. Bahkan, jauh lebih rendah daripada lapisan mebel atau produk furnitur di sekeliling kita.
Gipsum yang diproduksi oleh Jayaboard tidak mengandung asbestos, atau senyawa kimia yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, kandungan volatile organic compound atau VOC-nya jauh di bawah ambang batas yang ditentukan.

Tahan terhadap api
Pemakaian gipsum untuk plafon atau penyekat aman dari bahaya kebakaran. Ini karena materialnya tidak mudah terbakar serta tidak menyebarkan panas. Jika terkena api, bahan material kertasnya saja yang terkena, namun tidak akan menyebarkan api. Bahkan, gipsum memiliki kemampuan untuk memblokir panas. Saat sumber api padam, api tidak akan menjalar pada gipsum serta menyebar ke material lainnya.

Ringan dan fleksibel
Gipsum dipilih salah satunya karena material ini ringan dibandingkan material non-struktural lainnya. Gipsum produksi BORAL Jayaboard, ini misalnya, mengembangkan riset dan quality control yang menjadikan produk gipsum memiliki bobot paling ringan, kelendutan minimal, namun tetap kuat. Inovasi ini terinpirasi dari struktur sarang lebah (honey comb) yang diterapkan pada inti papan gipsum.

Teknologi honey comb structure ini merupakan satu-satunya di Indonesia dalam hal produksi papan gipsum. Kelendutan atau sagging adalah penurunan plafon papan gipsum dari level datarnya karena daya beban material terhadap ukuran bentangan. Saat ini, papan gipsum Jayaboard telah diakui pasar karena mempunyai kelendutan paling minimal.
Selain ringan, gipsum Jayaboard juga fleksibel penggunaannya untuk kepentingan interior. Para arsitek dan desainer interior saat ini dapat mengolah papan gipsum untuk mempercantik plafon menjadi beragam bentuknya.

Finishing lebih rapi dan halus
Selain ringan dan fleksibel, pada proses finishing pun gipsum lebih unggul sebab lebih rapi dan halus ketimbang material lain. Persambungannya begitu tipis dan tidak kentara.
Untuk finishingnya, gipsum bisa dengan cat tembok atau langsung dicat setelah terpasang tanpa perlu diblok lagi dengan pelapis karena cat bisa langsung terserap. Mau memakai cat glossy atau minyak bisa dengan mudah diaplikasikan. Sementara untuk tembok perlu ditunggu sampai kering. Bahan gipsum mudah menyerap dan daya rekatnya sangat baik untuk cat.

Hemat energi
Gipsum juga lebih hemat energi. Jika diaplikasikan dalam ruangan ber-AC, gipsum lebih cepat beraklimatisasi untuk membuat ruangan lebih cepat dingin apabila dibandingkan dengan pemakaian material konvensional lain.

Aman saat gempa
Saat terjadi gempa, material non-struktural bisa menimpa penghuni rumah lebih dulu. Namun, kini ada produk gipsum yang bisa lebih bertahan lama ketika guncangan gempa berlangsung. Sebagai produsen yang berkonsentrasi pada elemen interior ruangan, BORAL Jayaboard mencoba menawarkan solusi lewat produk Jayaboard Seismic Ceiling System. Dengan menggunakan pendekatan seismik, sistem ini akan meminimalkan risiko saat guncangan gempa terjadi, sehingga penghuni rumah memiliki waktu lebih lama untuk menyelamatkan diri, serta terhindar dari material bangunan yang terjatuh secara tiba-tiba.

Sumber : kompas.com

Baca juga :
- Harga gypsum
- Tips Memilih Papan Gypsum
- Mengenal Papan Gypsum