Showing posts with label berita bahan bangunan. Show all posts
Showing posts with label berita bahan bangunan. Show all posts

Wednesday, May 30, 2012

Harga Keramik Naik Lagi pertanggal 1 Juni!

Aduh, Harga keramik naik lagi! Sebelumnya saya membuat postingan Harga Keramik Melambung! belum satu bulan. Sekarang ada berita naik lagi, saya dapat info dari distributor keramik Ikad  bahwa pertanggal 1 Juni 2012 keramik merk Ikad dan Ikema naik lagi sekitar Rp 1.000-1.500 padahal kenaikannya sudah dua kali berarti kenaikannya jadi 3 kali pada bulan Mei ini. Alasannya yaitu karena keramik membutuhkan bahan
bakar gas dan harga bahan bakar gasnya mengalami kenaikan dan juga pemutih keramik yang bahan diimpor dari luar negeri mengalami kenaikkan juga. Saya sebagai penjual merasa berat karena konsumen pasti banyak mengeluh atas kenaikkan ini apalagi kenaikkannya terus menerus. Bagi konsumen yang mau membangun rumah tentunya semakin berat, karena rata rata bangunannya memakai bahan keramik untuk lantai atau dinding rumahnya.

Monday, May 14, 2012

Harga Keramik Melambung 3.000-4.000 per dus!

Harga keramik terus menerus mengalami kenaikan, sebelumnya sudah ada kenaikan sebesar 1.000 per dus, sekarang sudah ada kabar akan ada kenaikan sekitar 3.000 sampai 4.000 perdus per Mei ini, keramik putih misalnya yang asalnya harga 30.000 untuk KW 1 bisa menjadi 33.000 sampai 34.000 perdus dan yang motif sekitar 36.000an untuk motif kembang menjadi sekitar 40.000an lebih. Hal ini dipicu katanya dari kenaikan bahan bakar gas dan juga pemutih keramik yang bahannya di impor dari luar negeri, sehingga pabrik keramik tidak ada jalan lain selain menaikkan harga untuk menutupi biaya produksi. Untuk konsumen hal ini tentunya
sangat memberatkan, karena biaya untuk renovasi atau membangun rumah  akan semakin membengkak belum lagi kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan. Sebagai Penjual juga kebingungan dengan kenaikkan yang begitu tinggi, karena pasti akan ada banyak pertanyaan dan keluhan dari konsumen. Para Distributor keramik juga bingung untuk mengeluarkan barang, umumnya mereka masih menahan tidak mengeluarkan dulu, makanya keramik mulai sulit di pasaran terutama warna putih yang kenaikannya lebih tinggi dari keramik warna yang lainnya. Kami sebagai penjual berharap semoga pemerintah atau pihak terkait bisa mengatasi hal ini sehingga masyarakat sebagai konsumen tidak terlalu terbebani dan semoga harganya bisa stabil seperti semula...  Amien



Penulis: Tatang Sobandi NZ

Friday, May 4, 2012

Kenaikan Harga Bangunan Berpotensi Menyulitkan Rakyat

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah harus segera melakukan intervensi untuk membantu rakyat memperoleh rumah. Di antaranya, subsidi dalam bentuk uang muka, subsidi harga rumah, serta penyediaan tanah oleh negara untuk perumahan rakyat.
Kontribusi pengembang besar untuk menyediakan hunian berimbang harus dijalankan, yakni pembangunan rumah mewah wajib juga diikuti dengan pembangunan rumah menengah, dan
sederhana dalam satu wilayah.
-- Ali Tranghanda
Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, di Jakarta, Jumat (4/5/2012), mengemukakan, kenaikan harga bahan bangunan berpotensi menyulitkan rakyat untuk menjangkau
rumah. Seperti diberitakan, harga bahan bangunan terus mengalami kenaikan. Pemerintah diminta segera melakukan intervensi dan proteksi kepada masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap bisa menjangkau rumah layak.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, indeks harga perdagangan besar atau IHPB bahan bangunan pada bulan April 2012 mengalami kenaikan 0,61% jika dibandingkan bulan sebelumnya, yakni dari 205,47 pada Maret 2012 menjadi 206,72. Kelompok bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga selama April 2012 itu meliputi besi dan baja dasar 0,99%, aspal 0,85%, semen 0,83%, bahan bangunan dari logam 0,64%, dan barang galian segala jenis 0,57%.
"Kontribusi pengembang besar untuk menyediakan hunian berimbang harus dijalankan, yakni pembangunan rumah mewah wajib juga diikuti dengan pembangunan rumah menengah, dan sederhana dalam satu wilayah," ujarnya.
BPS mencatat, kenaikan IHPB bahan bangunan/konstruksi terjadi pada seluruh kelompok jenis bangunan. Andil kenaikan terbesar yakni kelompok bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal sebesar 0,29%. Sementara itu, kelompok pekerjaan umum untuk jalan, jembatan dan pelabuhan, kelompok bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum dan komunikasi, serta kelompok bangunan lainnya menyumbang kenaikan IHPB bahan bangunan masing-masing 0,02%. Sedangkan, kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian memberi andil 0,08%.
Seperti diberitakan sebelumnya, peningkatan harga baja dan semen belakangan ini semakin berpengaruh terhadap sektor properti. Dampaknya semakin jelas, yaitu melonjaknya harga-harga properti di dalam negeri.
"Saya justru mengkhawatirkan pesatnya pembangunan properti dan infrastruktur akan mendongkrak harga bahan material, terutama baja dan semen," kata pengamat properti Panangian Simanungkalit di Jakarta, Jumat (4/5/2012).

Wednesday, March 7, 2012

BBM naik, Harga bahan bangunan bisa naik sampai 20 persen!

Harga bahan-bahan bangunan akan naik signifikan pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nanti. Meski baru tahap rencana, kenaikan harga bahan bangunan bisa naik 10-20% karena barang bangunan sangat bergantung dengan biaya transportasi.

Menurut Nur, salah satu pemilik toko bangunan di Jakarta Timur, selama bulan Januari-Februari 2012 harga bahan bangunan seperti cat, besi, triplek, semen, bambu, genteng, bata, pasir relatif stabil tak ada kenaikan harga.

"Harga stabil tidak ada kenaikan Januari-Februari. Kami sangat tergantung dengan distribusi. Kenaikan harga BBM sangat berpengaruh pada transportasi barang. Kita belum bisa menentukan kenaikan barangnya, itu tergantung kenaikan BBM nanti, kira-kira 10-20% tapi itu belum pasti," kata Nur kepada detikFinance, Minggu (26/2/2012)

Sementara itu, Seno pemilik toko Karya Dolken setali tiga uang dengan Nur. Menurutnya dalam dua bulan terakhir distribusi penjualan bahan bangunan lancar dan penjualan stabil. Dengan adanya kenaikan harga BBM otomatis akan merubah harga-harga bahan bangunan.

Salah satu penjual bahan bangunan lainnya yang tak mau disebutkan namanya pemilik CV. GIS, mengatakan khusus penjualan atap baja ringan juga akan terkerek kenaikan harga BBM. "Kita untuk kenaikan harga masih menunggu besaran kenaikan harga BBM," katanya.

Pedagang batubata, Fajar mengaku khawatir harga produknya semakin tinggi. Ini juga akan mempengaruhi penjualan barang dagangannya.

"Saya terus terang was-was terhadap kenaikan harga BBM, karena dampaknya sangat besar terhadap kenaikan harga dan penjualan kami," katanya.

Seperti diketahui pemerintah memang berencana menaikan harga BBM. Meski belum jelas berapa dan kapan pasti kenaikannya, sudah ada angka-angka yang beredar kenaikannya sebesar Rp 500-1500/liter.

"Ya memang ada yang usulkan antara Rp 500, Rp 1.000, Rp 1.500. Tiga angka itu yang masuk. Ada juga usulan yang bagus agar jangan setiap tahun jangan ribut begini, jadi subsidinya yang dipatok," kata Menteri ESDM Jero Wacik beberapa waktu lalu.